Langsung ke konten utama

Hubungan antara Penyakit Gout dengan Jenis Kelamin dan Umur pada Lansi

        Asam Urat pada lansia sejumlah 60 orang yang bersedia diperiksa, diperoleh 14 orang yang mengalami peningkatan dengan presentase 23,3%. Hal ini sejalan dengan penelitian dari yang menyatakan bahwa penyakit gout berhubungan dengan usia dewasa.  Penyakit gout atau asam urat tinggi dapat menyebabkan semua bentuk kematian terutama dari CVD (cardio vaskuler disease) termasuk bentuk CHD (cronic geart disease, CHF (cronic heart failure) baik kronis maupun akut, subakut dan kronis pada wanita lanjut usia, postmenopause.  Jenis kelamin pada lansia yang mengalami peningkatan asam urat secara umum adalah laki-laki, namun pada wanita lebih punya risiko lebih tinggi dari sebelumnya.  Umur pada penghuni lansia ikut mempengaruhi kejadian penyakit asam urat. Semakin bertambah umur, jika seseorang mengkonsumsi protein lebih banyak akan berakibat terjadinya penimbunan purin dalam darah. Lansia yang akan bertambah umur semestinya mampu dan dianjurkan untuk mengkonsumsi jumlah protein cukup sehingga kandungan purin dalam darah tidak mengkhawatirkan.          Hasil analisa terkait tujuan berupa menghubungkan antara penyakit gout dengan data yang disusun peningkatan  asam urat ternyata tidak  berhubungan. Terdapat banyak faktor yang meningkatkan resiko terjadinya penyakit gout diantaranya adalah usia, jenis kelamin, riwayat medikasi, obesitas, konsumsi purin dan alkohol. Pria memiliki tingkat serum asam urat lebih tinggi daripada wanita, yang meningkatkan resiko mereka terserang artritis gout.  Perkembangan penyakit artritis gout sebelum usia 30 tahun lebih banyak terjadi pada pria dibandingkan wanita. Namun angka kejadian artritis gout menjadi sama antara kedua jenis kelamin setelah usia 60 tahun.            Prevalensi artritis gout pada pria meningkat dengan bertambahnya usia dan mencapai puncak antara usia 75 dan 84 tahun. Wanita mengalami peningkatan resiko artritis gout setelah menopause, kemudian resiko mulai meningkat pada usia 45 tahun dengan penurunan level estrogen karena estrogen memiliki efek urikosurik, hal ini menyebabkan artritis gout jarang pada wanita muda. Pertambahan usia merupakan faktor resiko penting pada pria dan wanita. Hal ini kemungkinan disebabkan banyak faktor, seperti peningkatan kadar asam urat serum (penyebab yang paling sering adalah karena adanya penurunan fungsi ginjal), peningkatan pemakaian obat diuretik, dan obat lain yang dapat meningkatkan kadar asam urat serum (2009). Pada hasil penelitian disini, tidak ditemukan hubungan antara kadar asam urat tinggi dengan jenis kelamin maupun usia. Semua dilakukan penelitian secara kebetulan.


Komentar

Posting Komentar