Langsung ke konten utama

Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Dengan Perilaku Wanita Menopause Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Gout di Kelurahan Pisangan


Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 39 responden (51,3%) mempunyai perilaku pencegahan penyakit Gout yang baik. Hal tersebut didukung oleh penelitian Dewi (2009) yang menyatakan bahwa sebesar 50,5% masyarakat mempunyai praktik pencegahan dan perencanaan perawatan penyakit Asam Urat yang baik.
Perilaku yang dimaksud dalam penelitian ini adalah bagaimana cara wanita menopause yang belum menderita gout dapat mencegah terjadinya gout, sedangkan yang sudah menderita dapat mencegah agar tidak berkembang ke tingkat yang lebih parah. Perilaku pencegahan yang dilakukan adalah meliputi: mengurangi konsumsi makanan yang mengandung tinggi purin, mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak, mempertahankan berat badan ideal, olahraga teratur, minum air putih yang cukup, mengurangi mengkonsumsi minuman bersoda (soft drink),  dan istirahat yang cukup.
Berdasarkan hasil penelitian tentang perilaku pencegahan penyakit gout, didapatkan bahwa perilaku pencegahan yang memperoleh nilai terbesar atau tergolong perilaku baik adalah perilaku pencegahan mengenai mengurangi soft drink yaitu sebesar (100,0%). Sedangkan perilaku pencegahan yang tergolong buruk adalah perilaku pencegahan mengenai olahraga teratur yaitu sebesar (7,9%) disusul perilaku mengurangi konsumsi makanan yang mengandung purin yaitu sebesar (22,4%).
Mengurangi konsumsi soft drink memperoleh hasil tertinggi disebabkan bahwa responden tidak pernah atau jarang mengkonsumsi soft drink seperti coca-cola atau minuman bersoda lain. Menurut responden mereka jarang mengkonsumsi bukan karena mengetahui bahwa soft drink dapat menyebabkan penyakit gout, melainkan mereka memang tidak suka untuk mengkonsumsinya. Perilaku olahraga teratur mendapat hasil terendah karena kebanyakan dari responden mengatakan bahwa dirinya jarang sekali bahkan tidak pernah melakukan olahraga secara teratur yaitu 3 kali dalam seminggu.

Perilaku mengurangi konsumsi makanan yang mengandung purin menunjukkan persentase terendah kedua setelah perilaku mengurangi konsumsi soft drink  yaitu sebesar (22,4%). Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu kepercayaan, budaya,  dan kebiasaan.

Komentar

Posting Komentar